Latest Updates

Posisi Sutradara dengan Monitor

Posisi Sutradara dengan Monitor


Beberapa bulan terakhir ini saya sedang tidak percaya dengan sebuah monitor saat produksi. Film saya yang terakhir saya selesaikan tanpa melihat monitor. Beberapa kali mengerjakan program-program baru di kantor, saya juga mengabaikan monitor. Saya merasa lebih nyaman untuk mengoreksi acting pemain saya langsung dari sebelah kamera, dengan cara ini juga menuntut saya menjadi lebih percaya dengan kameramen saya. Mungkin hanya karena saya sedang belajar fokus pada sebuah acting, bukan pada mise en scene seperti biasanya. Ditambah juga saya sedang tidak harus mempertanggungjawabkan apa yang saya kerjaankan kepada orang lain.

Cara yang sedang saya gemari ini jelas bukan sebuah cara yang baru, justru cara yang sangat klasik yang selalu dilakukan oleh semua sutradara jaman sebelum ditemukan video sender untuk mengantarkan gambar dari kamera ke sebuah monitor. Karena itulah setiap ada kesempatan bertemu sutradara generasi tua (yang sempat melewati jaman belum bisa memakai monitor), saya pasti tergoda untuk menanyakan hubungan director dan monitor ini.

Senin (31/10/11) kemaren saya kembali berkesempatan bertemu Im Kwon Taek di sebuah acara insan film di bilangan kuningan jakarta selatan.

Me : Dimanakah posisi anda saat menyutradarai film?

Im Kwon Taek : Sebanyak 69 judul film saya selesaikan dengan hanya berada di sebelah kamera, selebihnya (31 judul) saya selesaikan dengan sesekali melihat monitor karena sudah ditemukan fasilitas itu. Saya akui monitor memang sebuah alat yang efektif untuk seorang sutradara mengoreksi gambar. Tapi saya tidak terlalu percaya dengan apa yang saya lihat di monitor. Saya lebih percaya dengan apa yang saya lihat langsung dengan mata saya.

Begitulah tanggapan dari seorang sutradara senior, tapi disarankan bagi generasi baru, yang baru terjun ke dunia sineas alangkah lebih baik untuk memakai monitor dulu sebagai langkah awal pembelajaran dan nantinya silahkan eksplorasi untuk pengalamannya....trims

Drama TV Part6



Dialog, Mimik, Gestur, Movement dan Guide


a. Pengertian Dialog
Dialog adalah percakapan antar pemain dalam drama.

b. Fungsi Dialog
- Dialog menampakkan karakter dan memerkaya plot.
- Dialog menciptakan konflik.
- Dialog menghubungkan fakta-fakta.
- Dialog menyamarkan kejadian-kejadian yang akan datang.
- Dialog menghubungkan adegan-adegan dan gambar-gambar sekaligus.

Mimik atau ekspresi wajah sangat membantu penonton dalam memahami maksud aktor. Selain itu, mimik juga menunjukkan kemampuan actor dalam beradegan. Maka, sudah seharusnya mimik disesuaikan dengan dialog yang dibaca.
Misalkan, seorang tukang becak baru pulang dari bekerja. Badannya sangat lelah dan ingin istirahat. Namun, setelah sampai rumah ternyata kedua anaknya bertengkar hingga salah satunya menangis. Ketika akan menyuruh istrinya untuk membuatkan ia minum dan mengurus anak-anaknya yang sedang bertengkar, ternyata istrinya juga sedang terburu-buru karena ada arisan di tetangga sebelah.
Lalu, bagaimana menurutmu mimik yang tepat bagi tukang becak tersebut? Apakah ia harus menunjukkan raut muka yang ceria, biasa-biasa saja, atau muram?

Gestur adalah gerak-gerak besar yang dilakukan aktor selama berakting secara sadar.
Maksudnya ialah gerak yang terjadi setelah mendapat perintah dari diri/ otak kita untuk melakukan sesuatu, misalnya menulis, mengambil gelas, jongkok, dan sebagainya. 
 
Misalnya, peran direktur dengan tukang becak. Direktur sering duduk tegap dan berbicara formal serta berjabat tangan bila bertemu kliennya. Sedangkan tukang becak lebih terlihat sering berjalan santai dengan bahasa yang informal. Ketika menemui pelanggannya, biasanya tukang becak tidak pernah berjabat tangan.

Movement adalah gerak perpindahan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Gerak ini tidak hanya terbatas pada berjalan saja, tetapi dapat juga berupa berlari, bergulung-gulung, melompat, dan sebagainya.
Guide adalah cara jalan. Cara berjalan di sini bisa bermacam-macam. Cara berjalan orang tua akan berbeda dengan cara berjalan seorang anak, berbeda pula dengan cara berjalan orang yang sedang mabuk.
Setiap yang pemain lakukan harus memunyai arti, motif, dan dasar. Hal ini harus benar-benar diperhatikan dan diyakini benar-benar oleh seorang pemain mengenai maksud dan makna gerakan yang dilakukannya.

Drama TV Part5



 Aktor dan Aktris yang baik


Secara singkat dapat dikatakan bahwa aktor/aktris yang baik ialah apabila :
a. berakting wajar, releks, fleksibel
b. menjiwai/ menghayati perannya
c. aktingnya mempunyai motivasi
d. terampil dan kreatif
e. mengesankan atau dapat menyakinkan penonton
f. tidak merasa kalau sedang disorot publik/penonton/kamera


Catatan:
Pengertian ‘wajar” dalam hal ini meliputi :
a. sikap/gerak atau perbuatan tidak canggung tidak kau, tidak over acting tidak dibuat-buat
b. dialog mengena sesuai dengan tuntutan dari naskah dan tidak dibuat-buat
c. vokal jelas atau ucapan artikulasi jelas
d. penggambaran watak atau karakter tepat
e. ekspresi wajar dan menyakinkan
f. dapat memanfaatkan segala properti dan situasi pentas dengan baik.

Maka untuk menjadi aktor yang baik dipersiapkan :
a. latihan-latihan yang kontinyu, tertib, dan disiplin
b. pengetahuan yang bersifat teoritis, meliputi :
- ilmu teater
- ilmu jiwa
- kepercayaan sesuatu agama yang diyakini
- apresiasi terhadap seni sastra, suara/musik, tari, dan sebagainya
- kemampuan/ketrampilan berbahasa dengan baik
- sejarah budaya, sosiologi, antropologi, ethionologi.

Akting
 
 
a. Pengertian Akting
Akting adalah segala kegiatan, gerak, atau perbuatan yang dilakukan oleh para pelaku. Akting meliputi mimik, pantomim, dialog, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan adegan aktor atau pemain drama.

b. Tujuan Akting
Tujuan akting adalah “to be a character”, yaitu mengekspresikan suatu perwatakan yang khas dari seorang tokoh.

c. Teknik Akting

Teknik akting terbaik ialah yang paling efektif dan yang berhasil mengekspresikan intent (maksud/ ide) penulis, intent adegan, dan intent karakter. Untuk dapat berakting dengan baik, ada 10 teknik yang perlu diperhatikan.
- Metode tindak lahir
Aktor harus mengetahui lebih dulu motivnya berakting (dasar dan tujuan).
- Kemampuan mengandaikan
Bila seseorang menjadi tokoh tertentu, maka ia harus memikirkan apa dan bagaimana yang harus ia lakukan ?
- Kemampuan imajinasi
Menggambarkan / membayangkan sesuatu yang tidak ada.
- Konsentrasi
Seorang aktor harus memusatkan perhatian dan pikirannya pada peran yang ia bawakan.
- Emosional memori
Seorang aktor hendaknya mengingat-ingat atau mengenang kembali pengalaman atau kejadian-kejadian yang pernah dialami sendiri yang kira-kira serupa dengan adegan yang dimainkannya.
- Kesatuan
Antar aktor yang satu dengan yang lain harus ada kerjasama yang bersifat kolektif.
- Harmoni
Setiap aktor harus berusaha menyesuaikan dirinya dengan peran/ perwatakan yang dibawakan (menghayati/ menjiwai setiap elemen yang berkaitan dengannya).
- Tempo irama
Tiap akting harus ada iramanya. Artinya, akting tidak boleh tergesa-gesa juga tidak boleh dilambat-lambatkan.
- Super objektif
Tiap aktor harus tahu siapa yang sedang memegang peranan penting dalam suatu adegan yang sedang berlangsung.
- Kebenaran dan keyakinan
Setiap aktor harus yakin akan peran yang dibawakan.

Bloking
 
 
Blocking adalah kedudukan tubuh pada saat di atas pentas/stage/panggung/lokasi.

Yang dimaksud dengan blocking yang baik adalah blocking tersebut harus seimbang, utuh, bervariasi dan memiliki titik pusat perhatian serta wajar.

a. Seimbang
Seimbang berarti kedudukan pemain, termasuk juga benda-benda yang ada diatas panggung (setting) tidak mengelompok di satu tempat, sehingga mengakibatkan adanya kesan berat sebelah. Jadi semua bagian panggung harus terwakili oleh pemain atau benda-benda yang ada di panggung. Penjelasan lebih lanjut mengenai keseimbangan panggung ini akan disampaikan pada bagian mengenai “Komposisi Pentas “.

b. Utuh
Utuh berarti blocking yang ditampilkan hendaknya merupakan suatu kesatuan. Semua penempatan dan gerak yang harus dilakukan harus saling menunjang dan tidak saling menutupi.

c. Bervariasi
Bervariasi artinya bahwa kedudukan pemain tidak disuatu tempat saja, melainkan membentuk komposisi-komposisi baru sehingga penonton tidak jenuh. Keadaan seorang pemain jangan sama dengan kedudukan pemain lainnya. Misalnya sama-sama berdiri, sama-sama jongkok, menghadap ke arah yang sama, dsb. Kecuali kalau memang dikehendaki oleh naskah.

d. Memiliki titik pusat
Memiliki titik pusat artinya setiap penampilan harus memiliki titik pusat perhatian. Hal ini penting artinya untuk memperkuat peranan lakon dan mempermudah penonton untuk melihat dimana sebenarnya titik pusat dari adegan yang sedang berlangsung. Antara pemain juga jangan saling mengacau sehingga akan mengaburkan di mana sebenarnya letak titik perhatian.

e. Wajar
Wajar artinya setiap penempatan pemain ataupun benda-benda haruslah tampak wajar, tidak dibuat-buat. Disamping itu setiap penempatan juga harus memiliki motivasi dan harus beralasan.

Drama TV Part4

  

Unsur-Unsur Intrinsik Drama


a. Tema
Tema cerita adalah pokok pikiran dalam sebuah karangan. Atau, dapat diartikan pula sebagai dasar cerita yang ingin disampaikan oleh penulisnya (Lutters, 2006:41).
Tema drama harus disesuaikan dengan penonton. Jika drama ditujukan kepada pelajar, maka tema ceritanya juga harus sarat dengan pendidikan. Jangan sampai tema yang disajikan justru menjerumuskan pelajar sebagai penonton pada hal-hal yang tidak edukatif.

b. Alur Cerita (Plot)
Plot atau alur adalah pola dasar dari kejadian-kejadian yang membangun aksi yang penting dalam sebuah drama. Plot drama harus dibangun mulai dari awal, lalu terdapat kemajuan-kemajuan, dan penyelesaian masalah yang diberikan kepada penonton. Plot menjelaskan bagaimana sebuah kejadian memengaruhi kejadian yang lain dan mengapa orang-orang yang ada di dalamnya berlaku seperti itu (Suban, 2009: 79).
Somad dkk. ( 2008:149) menjabarkan alur menjadi beberapa bagian berikut.
1. Eksposisi/ introduksi merupakan pergerakan terhadap konflik melalui dialog-dialog pelaku.
2. Intrik merupakan persentuhan konflik atau keadaan mulai tegang.
3. Klimaks merupakan pergumulan konflik atau ketegangan yang telah mencapai puncaknya dalam cerita.
4. Antiklimaks merupakan konflik mulai menurun atau masalah dapat diselesaikan.
5. Konklusi merupakan akhir peristiwa atau penentuan terhadap nasib pelaku utama.

c. Latar Cerita (Setting)
Lutters (2006: 56) menjelaskan bahwa setting cerita adalah lokasi tempat cerita ini ingin ditempatkan atau diwadahi. Setting dibagi menjadi dua, yaitu media/ tempat dan budaya.

d. Penokohan
Penokohan/ karakter pelaku utama adalah pelukisan karakter/ kepribadian pelaku utama. Lutters ( 2006: 81) membagi tokoh/ peran menurut sifatnya dalam tiga hal berikut.
1. Peran Protagonis
Peran protagonis adalah peran yang harus mewakili hal-hal positif dalam kebutuhan cerita. Peran ini biasanya cenderung menjadi tokoh yang disakiti, baik, dan menderita sehingga akan menimbulkan simpati bagi penontonnya. Peran protagonis ini biasanya menjadi tokoh sentral, yaitu tokoh yang menentukan gerak adegan.
2. Peran Antagonis
Peran antagonis adalah kebalikan dari peran protagonis. Peran ini adalah peran yang harus mewakili hal-hal negatif dalam kebutuhan cerita. Peran ini biasanya cenderung menjadi tokoh yang menyakiti tokoh protagonis. Dia adalah tokoh yang jahat sehingga akan menimbulkan rasa benci atau antipasti penonton.
3. Peran Tritagonis
Peran tritagonis adalah peran pendamping, baik untuk peran protagonis maupun antagonis. Peran ini bisa menjadi pendukung atau penentang tokoh sentral, tetapi juga bisa menjadi penengah atau perantara tokoh sentral. Posisinya menjadi pembela tokoh yang didampinginya. Peran ini termasuk peran pembantu utama.
Suban (2009:68) membagi karakter menjadi tiga bagian menurut kedudukannya dalam cerita.
1. Karakter Utama (Main Character)
Karakter utama adalah karakter yang mengambil perhatian terbanyak dari pemirsa dan menjadi pusat perhatian pemirsa.. Karakter ini juga paling banyak aksinya dalam cerita.
2. Karakter Pendukung (Secondary Character)
Karakter pendukung adalah orang-orang yang menciptakan situasi dan yang memancing konflik untuk karakter utama. Kadang-kangan karakter pendukung bisa memainkan peranan yang membantu karakter utama. Misalnya sebagai orang keparcayaan karakter utama. Contohnya, sebagai sopir atau bodyguard.
3. Karakter Figuran (Incedental Character)
Karakter ini duperlukan untuk mengisi dan melengkapi sebuah cerita. Mereka serin disebut figuran, karena yang dibutuhkan figuran saja. Mereka sering tampil tanpa dialog. Kalaupun ada, dialognya hanya bersifat informatif. Biasanya mereka digunakan dalam adegan-adegan kolosal dan keramaian. Atau jika tidak kolosal, biasanya mereka memegang profesi di dalam pelayanan umum, misalnya sopir taksi, pembantu, atau petugas di pom bensin.

e. Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis cerita kepada penonton atau penikmat drama. Jika drama ditujukan kepada pelajar, maka seiring dengan temanya, drama harus memberikan amanat yang bersifat edukatif. Selain itu, cerita dalam drama harus dapat menambah pengetahuan yang positif bagi siswa.

Drama TV Part3

Drama TV Part3


Jenis-jenis Drama



a. Drama Tragedi
Cerita drama yang termasuk jenis ini adalah cerita yang berakhir dengan duka lara atau kematian. Contoh film yang termasuk jenis ini di antaranya Romeo dan Juliet atau Ghost. Sementara contoh FTV misteri yang termasuk dalam jenis ini misalnya Makhluk Tengah Malam yang ending-nya bercerita tentang si istri yang melahirkan bayi genderuwo. Cerita ini bukan berakhir dengan kematian, tapi kekecewaan atau kesedihan. Oleh karena itu, cerita Makhluk Tengah Malam dapat digolongkan ke dalam jenis drama tragedi.

b. Drama Komedi

1. Komedi Situasi, cerita lucu yang kelucuannya bukan berasal dari para pemain, melainkan karena situasinya. Contoh drama jenis ini antara lain Sister Act dan Si Kabayan. Sementara contoh sinetron yang termasuk dalam jenis ini antara lain Kawin Gantung, Bajaj Bajuri, dan Kecil-Kecil Jadi Manten.
2. Komedi Slapstic, cerita lucu yang diciptakan dengan adegan menyakiti para  pemainnya. Misalnya, saat di kelas terjadi kegaduhan karena sang guru belum datang. Kemudian teman yang “culun” digoda teman yang lain dengan menulisi pipinya menggunakan spidol. Contoh film komedi slapstic ini di antaranya The
Mask dan Tarzan.
3. Komedi Satire, cerita lucu yang penuh sindiran tajam. Beberapa film yang  termasuk jenis ini adalah Om Pasikom dan Semua Gara-Gara Ginah. Sementara contoh sinetronnya adalah Wong Cilik.
4. Komedi Farce, cerita lucu yang bersifat dagelan, sengaja menciptakan kelucuan  kelucuan dengan dialog dan gerak laku lucu. Beberapa tayangan televisi yang termasuk jenis ini adalah Srimulat, Toples, Ba-sho, Ngelaba, dan lain sebagainya.

c. Drama Misteri

1. Kriminal, misteri yang sangat terasa unsur keteganyannya atau suspense dan  biasanya menceritakan seputar kasus pembunuhan. Si pelaku biasanya akan menjadi semacam misteri karena penulis skenario memerkuat alibinya. Sering kali dalam cerita jenis ini beberapa tokoh bayangan dimasukkan untuk mengecoh penonton.
2. Horor, misteri yang bercerita tentang hal-hal yang berkaitan dengan roh halus.
3. Mistik, misteri yang bercerita tentang hal-hal yang bersifat klenik atau unsur ghaib.

d. Drama Laga/ Action

1. Modern, cerita drama yang lebih banyak menampilkan adegan perkelahian atau  pertempuran, namun dikemas dalam setting yang modern. Contoh jenis sinetron ini misalnya Deru Debu, Gejolak Jiwa, dan Raja Jalanan.
2. Tradisional, cerita drama yang juga menampilkan adegan laga, namun dikemas  secara tradisional. Beberapa sinetron yang termasuk jenis ini antara lain Misteri Gunung Merapi, Angling Dharma, Jaka Tingkir, dan Wali Songo. Untuk jenis drama laga ini biasanya skenario tidak banyak memakai dialog  panjang, tidak seperti skenario drama tragedi atau melodrama yang kekuatannya terletak pada dialog. Jenis ini lebih banyak mengandalkan action sebagai daya tarik tontonannya. Penontonnya bisa merasakan semangat ketika menonton film ini.

e. Melodrama
Skenario jenis ini bersifat sentimental dan melankolis. Ceritanya cenderung terkesan mendayu-dayu dan mendramatisir kesedihan. Emosi penonton dipancing untuk merasa iba pada tokoh protagonis. Penulis skenario cerita jenis ini jangan terjebak untuk membuat alur yang lambat. Konflik harus tetap runtun dan padat. Justru dengan konflik yang bertubi-tubi pada si tokoh akan semakin membuat penonton merasa kasihan dan bersimpati pada penderitanya. Contoh sinetron jenis ini antara lain Bidadari, Menggapai Bintang, dan Chanda.

f. Drama Sejarah
Drama sejarah adalah cerita jenis drama yang menampilkan kisah-kisah sejarah masa lalu, baik tokoh maupun peristiwanya. Contoh film yang bercerita tentang peristiwa sejarah antara lain November 1828, G-30-S/PKI, Soerabaya ’45, Janur Kuning, atau Serangan Fajar. Sementara kisah yang menceritakan sejarah tapi lebih ditekankan pada tokohnya antara lain Tjoet Njak Dhien, Wali Songo, dan R.A. Kartini.

Elizabeth Lutters (2006:35)

Drama TV Part2

Drama TV Part2

Samakah drama dengan teater ?????

 
Secara umum, drama dan teater memiliki makna yang sama. Keduanya sama-sama merupakan pertunjukan adegan/ akting di depan penonton di sebuah panggung. Kata drama dan teater juga sama-sama berasal dari bahasa Yunani Kuno.
Perbedaan drama dan teater hanya terletak pada asal katanya . Jika drama berasal dari kata draomai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak, dan sebagainya, maka tater berasal dari theatron yang berarti gedung atau tempat pertunjukan.
Selain itu, kita juga mengenal istilah sandiwara. Sandiwara berasal dari bahasa Belanda, yaitu toneel yang kemudian oleh PKG Mangkunegara VII dibuat istilah sandiwara.
Dari istilah drama tersebut, maka lahirlah istilah lain yang sering kalian dengar, di antaranya film, sinetron, film televisi (FTV), ataupun ludruk, dagelan, lenong, dan ngelaba. Pada dasarnya, semua itu memerlukan kemampuan bermain drama dalam setiap pertunjukannya, hanya saja istilah-istilah di atas digolongkan berdasarkan sifat, objek, dan medianya.

Persiapan pembuatan drama

A. Tahap Persiapan
1. memilih teks drama ( naskah )
2. memilih sutradara
3. memilih pembantu sutradara (asisten, dekorasi, rias, busana, lampu dan musik)
4. memilih pemain (casting)

B. Tahap Latihan
1. pemanasan (pernapasan, konsentrasi, dan latihan vokal)
2. inti
- latihan membaca (membaca naskah drama dengan nyaring)
- latihan blocking (latihan gerak dan pengelompokan pelaku)
- latihan karya (latihan memadukan gerak dan dengan dialog)
- latihan pelican (latihan secara menyeluruh)
- latihan umum (latihan menyeluruh yang dipadukan dengan dekorasi dan tata musik)

C. Tahap Shooting
Tahap ini adalah tahap yang dinanti-nantikan setiap pemain. Pemain tentu saja ingin melihat hasil dari latihan-latihan yang dilakukan sebelumnya.

Materi gambar 5D dan 7D untuk Program TV

Materi gambar 5D dan 7D untuk Program TV
QA   : ada mahasiswa BSI yg lagi TA bertanya, mas SPY boleh ga saya pake DSLR buat
            shooting ??????
SPY  : boleh dan tidak..berikut penjelasannnya !?


Apa kabar? Ini topik menarik! "Still Camera" Canon 5D + Stabilizer Set, sudah menjadi bagian dari produksi profesional. Benar, produksi Video Klip banyak yang menggunakan 5D dan 7D. Salah satu yang paling populer adalah Video Klip Sarah Bareilles yang diproduksi dengan budget sedikit tapi hasilnya sangat bagus

Sarah Bareilles
http://www.youtube.com/watch?v=Vht_mMPxW0Q

Lalau apakah kamera ini cocok untuk syuting ? jawabannya, yes and no. Yes, karena kamera ini simple dan tidak menarik perhatian. Kalau syuting TV program, ditengah keramaian, suasana bisa terbangun dengan wajar. Kelemahan, memang ada pada audio, yang harus direkam terpisah. Beberapa teknik syuting  tv program menggunakan wireless mic yang dipasang pada objek, lalu direkam terpisah. Agak ribet memang, tapi ini demi kualitas suara yang bagus. Dan supaya mudah untuk sinkronisasikan gambar dan suara, gunakanlah perekaman suara digital, kalau mau mudah, gunakan hand held digital audio recording sejenis Tascam DR07 yang dipasang di objek atau narasumber (misalnya dalam kantong baju atau dijaket), kualitasnya lumayan, tapi kita bisa menggunakan WAV maupun Mp3 yang datanya akurat. Nah, selebihnya ya, memang harus sabar saat editing....
Kamera tersebut mempunyai spek yang minim untuk audio, jadi mau tidak mau mesti menggunakan sistem perekaman double system (perekaman gambar dan suara secara terpisah). Dimana pada saat transfer data & editing, editor harus mensinkronkan gambar dengan suara dan sebuah program TV harus bergerak cepat maka dari itu tidak menggunakan slate sebagai acuan untuk sinkronisasi. Jadi, saya hanya berkata sabar kepada editor.

Tascam DR07
http://pro-audio.musiciansfriend.com/product/TASCAM-DR07-Handheld-Digital-Recorder-Limited-Edition?sku=H65526

Compatible dengan Final Cut? ini cerita lama, persaingan antara Mac dan PC. Software Final Cut didirikan oleh Macromedia dan Apple, tujuannya untuk melawan dominasi Avid Video yang merajai dunia post editing di tahun 1990an. Final Cut saat ini sudah menjadi software editing yang dipakai dikampus2x film dan broadcast seluruh Amerika. Bahkan Final Cut Express, dibuat khusus untuk publik dengan harga dibawah $300, sementara Final Cut Pro 7 terus diupgrade setiap setahun sekali. Dan bila tidak meng-upgrade maka tidak compatible dengan produk2x baru Mac. Sebenarnya, dengan sistem Tapeless dan memory Card, kita bisa mengupload data lebih cepat. Caranya? coba buka website Mac, dan cari data2x terbaru untuk software upgrade. Tapi musti diingat, serial number software harus asli bukan bajakan. Kalau punya bajakan, jangan coba untuk meng-upgrade, nanti datanya terbaca, dan bisa ketahuan kalau memakai software bajakan....

Lalu, scale 1920x1080 adalah kualitas HD digital yang paling standard untuk Canon, yang menggunakan CMOS sensor dalam proses digital. CMOS memang khas Canon, gunanya untuk mengukur sensitifitas circuit pixel yang muncul dalam data-2x gambar. Nah, memang, konsep digital ini untuk ditayangkan ditelevisi digital NTSC bukan Pal, sehingga tidak perlu ada penurunan kualitas atau diconvert....

Kebutuhan transfer data jika memory penuh. Lain dengan bahan baku kaset mini dv/dvcam yang dicapture belakangan dan bahan baku tersebut mampu merekam selama kurang lebih 40-60 menit per kaset.

5D dan 7D untuk saat ini hanya compatible dengan software editing Final Cut Pro. Dan untuk import ke timeline tersebut membutuhkan proses transcoding dari codec H264 ke Apple ProRes 422. Tentu saja, memakan waktu lebih lama. Lamanya mentransfer 1 klip itu hampir real time. Bila 1 klip berdurasi 1 menit, maka transfer memakan waktu hampir 1 menit juga. Saya rasa ini akan menghambat waktu menuju proses tayang.
Kamera tersebut progressive scaning yang scale sizenya 1920x1080. Sedangkan untuk tayang di TV yang PAL 720x576 dan interlaced. Memakan waktu juga pada tahap export/convert.


Lalu, buat apa syuting HD kalau ditayangkan kualitas SD? Ini kemajuan digital. Saya sih yakin, Indonesia akan masuk era digital, soon or later.... Saya dengar TVRI sudah masuk digital? berarti tidak ada batasan ranah frekuensi, penyiaran akan semakin canggih. Tapi soal content? belum tentu maju juga...hehehe....

At last, untuk program TV, camera ini cocok untuk format Reality Show, Gimmick Show, atau Fashion Show. Apalagi, kalau ditambahkan dengan GlideCam, wow, kualitasnya keren dan lebih simple daripada steadycam....

SPY   : nah gitu, bukannya kaga boleh, tapi dari segi kebutuhan dan teknologi,
             kalian punya ga alat ama duit untuk nyewa/beli dengan jumlah
             yg sangat mahal....trims

Tools Pemantau Kinerja Karyawan

Tools Pemantau Kinerja Karyawan
Setiap aspek dari hidup pengguna komputer – dari detak jantung sampai senyum dapat dimonitor dan dianalisa seketika oleh sistem masa depan yang dikembangkan dan dipatenkan oleh Microsoft. Sistem ini kedepannya dapat digunakan sebagai alat pemantau dan penilai kinerja kinerja karyawan sebuah perusahaan. http://appft1.uspto.gov/netacgi/nph-Parser?Sect1=PTO1&Sect2=HITOFF&d=PG01&p=1&u=%2Fnetahtml%2FPTO%2Fsrchnum.html&r=1&f=G&l=50&s1=%2220070300174%22.PGNR.&OS=DN/20070300174&RS=DN/20070300174

Detil dari system “Big Brother” yang direncanakan oleh Microsoft terungkap dalam aplikasi paten ke US patent and Trademark Office. Sistem tersebut tidak hanya bekerja melalui desktop atau laptop, namun juga melalui handphone atau PDA, yang berarati meskipun berada diluar ruangan karyawan masih dapat dimonitor. Dalam format yang paling advance, sistem ini dapat juga memonitor minat dari user.
Sistem ini bekerja dengan mencatat dan menganalisa kata dan angka apa yang digunakan atau Web site apa yang dikunjungi, serta dengan mengawasi detak jantung user, suhu tubuh, ekspresi wajah dan tekanan darah.
Dalam aplikasi paten tersebut dijelaskan: “Sistem juga dapat secara otomatis mendeteksi frustasi atau stress pada user melalui sensor physiological dan environmental dan kemudian memberikan bantuan yang sesuai melalui system knowledge base mereka. Setiap respons akan dianalisa secara real time untuk memungkinkan komputer untuk memutuskan tindakan apa yang harus diambil.
Namun dikarenakan tingkat pengenalan terhadap karakteristik manusia dapat memiliki perbedaan yang signifikan, maka semua user akan diberikan sebuah “baseline” proses pembacaan physiological berdasarkan tipe badan dan personilitas.
Dalam aplikasi paten disebutkan: “Dari data hasil monitoring, statistik yang berhubungan dengan kinerja, rata-rata sukses, frekuensi masalah, dan kegemaran dapat diberikan ke user atau dapat digunakan untuk mengukur target, kinerja atau efisiensi user. Untuk proses penilaian karyawan, dari data yang sudah dikumpulkan komputer memilih karyawan yang paling sesuai dengan melakukan perbandingan kinerja dari orang yang bekerja pada aktivitas yang sama dan menemukan orang yang paling baik untuk aktivitas tersebut untuk penugasan ke depan.
Pada aplikasi paten tersebut dijelaskan: “Pengawasan aktivitas user dapat memfasilitasi pemeriksaan tentang bagaimana aktivitas dilakukan atau mengetahui pola masalah user, kecurangan, atau kesalahan umum yang dilakukan user, atau untuk memastikan kebijakan perusahaan/pemerintah dipatuhi.
Namun, visi Microsoft ini mendapat perhatian dari organisasi bisnis di Inggris seperti yang diungkapkan oleh beberapa tokoh disana.
“Kita selalu mengatakan bahwa pendekatan terbaik adalah pendekatan personal”, kata Stepen Alambritis, dari Federasi Bisinsi Kecil seperti dikutip FoxNews. Kita akan mendorong employer untuk menjauhi software jenis ini. Software ini akan merenggangkan hubungan indsutri”.
“Kepercayaan yang ada antara Pemberi Kerja dengan Pekerja akan rusak jika staff merasa bahwa mereka berada pada pengawasan secara terus menerus”, kata David Frost, General Director dari British Chambers of Commerec.
“Penelitian kami terhadap karyawan memperlihatkan kalau orang yang merasa mereka berada dibawah pengawasan dan pengamatan berlebihan akan cenderung memiliki sikap yang negative pada pemberi kerja meraka dan kemudian akan kurang termotivasi dan kurang komitmen”, kata Ben Willmott, Penasehat HUMAS pada Charter Institute of Personnel and Development. “Pemberi Kerja yang mempertimbangkan ini perlu untuk berpikir dua kali”.
Bagaimanapun, harus diakui ini merupakan terobosan besar dalam dunia computer. Namun adan beberapa hal yang perlu diingat, Pengawasan atau analisa fisik dan psikis dengan menggunakan mesin akan selalu menggunakan kondisi ideal dan tidak akan mempertimbangkan segi-segi manusiawi ataupun perasaan. Kita sebagai manusia tidak selamanya berada dalam kondisi ideal, adakalanya kita berada pada kondisi tertekan, adakalanya kita tidak bisa memberikan kinerja terbaik, adakalanya kita perlu berbohong dan sebagainya. Ada hal yang kita lakukan karena suatu alas an yang mungkin tidak dipahami oleh mesin dan nantinya akan memberikan penilaian yang salah. Akankah dimasa depan kita akan dikendalikan oleh mesin???
[Written by: Supriyadi]
Dikutip dari: FoxNews

Announcing for News


Once Again, Breakdown The Terminology



1. Host atau presenter adalah seseorang yang bertanggung jawab menjalankan sebuah acara. Seperti juga seorang master of ceremonies (MC) adalah seorang yang menjadi pemandu atau mempresentasikan sebuah show.
2. TV Presenter adalah seorang yang memandu atau menjadi hosts dalam program televisi.

Macam-macam "News Presenter" adalah :1. News presenter , pada umumnya diterjemahkan sebagai seseorang yang mempresentasikan siaran berita pada medium elektronik (televisi, radio atau Internet). Terminologi ini sesungguhnya tidak begitu menjelaskan secara detil tentang peran atau fungsi dalam industri, khususnya televisi. Karena itu, sejumlah terminologi sepesifik, lebih mengemuka.

2. News reader adalah presenter, yang tugasnya hanyalah membacakan beritamelalui sebuah alat yang disebut teleprompter. Sejak era 80-an para broadcaster mulai meninggalkan penggunaannya.


3. Newscaster adalah presenter pada sebuah bulletin berita, dimana ia bekerja sebagai jurnalis yang terlibat aktif dalam proses produksi program berita.

4. News Anchor adalah seorang “television personality” yang mempresentasikan material yang telah disiapkan dan disaat yang sama juga dapat dengan cepat berimprovisasi ketika tayangan masih berlangsung. Ketergantungan terhadap naskah dan telepromter menjadi sangat – sangat lentur. Terkadang mereka juga dapat berlaku sebagai komentator atau mewawancarai narasumber.



Peran Presenter
1. Sekarang, presenter cenderung menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam sebuah acara.
2. Tidak seperti sebelumnya, kini presenter menjadi personifikasi dari acara yang dibawakan.


Presenter yang baik justru membuat program itu ada karena dirinya

Prinsip Berkomunikasi
1. Seorang penyiar dikatakan berhasil jika ia dapat mengemukakan ide secara efektif pada
    penonton
2. Ini artinya, penyampaian melalui lafal, gestur, mimik dan sorot mata menjadi sebuah
    kombinasi yang baik sehingga memperkuat pesan

3. Komunikasi yang baik terjadi ketika penonton menerima pesan tanpa distorsi.


Penyiar dan Penonton
1. Tanpa penonton, penyiar bukanlah fungsi penting.
2. Seorang penyiar karenanya harus dapat membangun sikap mental (mental attitude) dalam
    mengimajinasikan para penonton mereka
3. Akan selalu bermanfaat berpikir positif bahwa anda memiliki pemirsa yang menyaksiakan
    secara sungguh – sungguh siaran anda
4. Lebih bermanfaat lagi ketika anda membayangkan seseorang…Talk to the people vs. talk to
    the hand.

The Skill1. Supel dan percaya diri, serta memiliki kemampuan untuk melibatkan penonton
2. Memilki keandalan dalam komunikasi lisan dan tulis serta kemampuan presentasi
3. Mampu mengingat fakta dan melaksanakan ad-lib jika dirasa perlu
4. Memiliki keterampilan melakukan riset dan mewawancara. Memilki rasa keingintahuan yang
    tinggi.
5. Memiliki pengetahuan yang baik tentang proses produksi
6. Memiliki minat untuk meneliti banyak hal
7. Mampu tenang dan fokus jika berada dalam kondisi tertekanKreatif dan fleksibel.


Naskah
1. KISS
2. Harus ditentukan dimana berhenti, nada meninggi, nada dalam
3. Memvisualisasikan impresi naskah ketika tampil di muka kamera. Pastikan anda tahu
    bagaimana bunyi yang tepat untuk sebuah kata.

Memahami Naskah
Dr. Stanley T. Donner , Texas University
1. Baca dua kali naskah untuk mendapatkan makna dan arti, dengan suara keras
2. Apa mood naskah / mix-mood ?
3. Membangun mood yang dibacakan dengan menulis kembali dengan gaya bahasa sendiri
4. Menentukan intonasi, penggalan dan pitch suara
5. Menentukan bahasa tubuh yang tepat

Ad-Lib
- Penyampaian pesan, tanpa naskah yang baku, biasanya menjadi improvisasi penyiar
- Dr. Hubert Heffner : “Jangan buat penonton bosan atas penampilan anda”
- Kuasai materi dan minati topik yang akan anda sampaikan
- Harus tercermin bahwa sang penyiar memiliki ketertarikan dan keinginan untuk
   menyampaikannya
- Spontanitas menjadi nuansa yang diharapkan muncul.



Leads That Sell
1. Selalu menggunakan paradigma bahwa lead berhubungan dengan penonton (hook). Ini
    menjadi cara bagaimana penonton terlibat.

2. Hindari berpanjang – panjang.
    Cetak vs broadcast
3. Update informasi terkini dari berita yang dibacakan (re-packaging item)
     “empat orang meninggal dunia dalam tabrakan maut di jalan tol pagi tadi “

4. Sisipkan background dan memberikan konteks pada cerita yang akan dibacakan
     Contoh Lead Biasa :
   " Pemerintah DKI akan menaikkan tarif air bersih 20 % bulan depan ..“
         Lead dengan Hook :


“ Jika anda warga Jakarta dan menjadi pelanggan PAM maka bersiaplah untuk menambah pengeluran bulanan anda.”



Keterampilan Berbahasa

1. Diksi
Mengunakan pilihan kata popular yang lebih familiar bagi kebanyakan orang. Hindari sedapat mungkin menggunakan kata – kata teknis dan rumit.

2. Intonasi
Intonasi menyangkut empat hal yakni Tekanan, Nada, Tempo dan Jeda. Tekanan adalah keras lemahnya suara. Nada terkait dengan Keras-Lemahnya Suara. Tempo tentang cepat – lambatnya berbicara dan Jeda mengangkut penghentian

3. Pelafalan
Tidak ada tawar menawar untuk dapat melafalkan kata – kata secara sempurna. Jika tidak bersiaplah cemooh dan kehilangan respek dari hadirin. Sadari “Lidah Ibu”

4. Kalimat Efektif
Gunakan kata – kata yang tepat dengan susunan yang tepat pula. Hal tersebut akan membangun kalimat efektif, memudahkan para penonton mencerna pesan dan tidak berputar – putar


5. Gesture, Eyes & Expression
- Mata menjadi indikator awal, apakah anda yakin akan diri anda dan siap menjalankan tugas
   anda
- Muka mencerminkan emosi dan pemikiran
- Tersenyum atau tidak tersenyum ?
- Tidak ada manusia yang identik dengan batang pohon, apalagi presenter. Karenanya
   bergeraklah seperti manusia
- Part of the job is acting !


Persiapan
1. Riset dan membaca menjadi tuntutan yang tak lagi bisa ditawar.
2. Selalu dapat menyesuaikan diri dengan lokasi dimana berita akan disampaikan.
    Beradaptasilah.
3. No superego, No low self-esteem


Gbr News Room

Tips Minggu Ini : Syuting "Red Carpet"

Tips Minggu Ini : Syuting "Red Carpet"
Kalau kamu ditugaskan sebagai "Camera Person" untuk meliput acara "Red Carpet" para selebriti dan public figure dalam acara Festival Film, Peluncuran Film baru atau pembukaan kafe hiburan atau sekedar jumpa fans dari artis terkenal, sebaiknya siapkan diri secara mental, skill, kesehatan dan peralatan teknis. Tips pertama adalah menyiapkan mental untuk syuting. Yaitu;

1. Tidurlah dengan cukup, jangan sampai mengantuk.
2. Bila harus memakai Baju Fomal seperti Tuxedo atau Jas Hitam, cobalah baju ini beberapa hari 
    sebelumnya. Cobalah berbagai posisi syuting Handheld dengan baju tersebut, mulai dari duduk,  
    jongkok, melompat dan berlari. Bila dirasakan baju ini kurang enak dan menganggu, carilah solusi 
    terbaik, mengganti ukuran atau mengganti jenis dasi.
3. Kenalilah nama dan wajah para artis, selebritis, Sutradara, Produser hingga yang akan hadir diacara ini. 
    Mulai dari para nominator unggulan sampai ke bintang-bintang pendukung. Harap diingat, mereka akan 
    datang dengan tampilan yang "fashionable", make up baru dan bisa dengan pasangan. Jadi, mata kita 
    harus jeli mencari siapa2x saja yang muncul mendadak melewati karpet merah. 
4. Minumlah vitamin, minuman energy atau jamu atau apa saja yang membuat badan menjadi segar.
5. Tiga jam sebelum acara, pergilah ke toilet. Jangan pernah ditunda karena pada saat "Red Carpet" selama 
     lebih dari dua jam, anda tidak dapat pergi kemana-mana. Harus stay dilokasi, bila tidak, tempat anda 
     akan direbut oleh kamera persons dari stasiun tv lain. 
6. Siapkan diri untuk berdesakan diantara banyak orang. Kalau perlu latihan dulu dengan cara mencoba 
    mengambil posisi angle saat berada dalam desakan banyak orang dalam bis, kereta atau antrian belanja 
    di  pasar. 
7. Tontonlah program entertainment E Entertainment, Made in Hollywood, Access Hollywood maupun 
    program Fashion. Ini untuk mendapatkan Soul dan Aura kemasan hiburan ala Hollywood.
8. Berdoa selalu. no matter what...

Best regard,

Pesona Kota Jawa Timuran, tetap asik ngetwit dengan XL

Hunting berikutnya, ketika di madura ini, niat ingin menjelajah pulau madura hingga bagian utaranya, namun urung dilakukan karena saya terserang demam ringan, sehingga saya langsung istirahat hingga keesokan harinya. Terlelap tidur tak terasa waktu menunjuk
an pukul
11.oo. tapi rasanya badan ini masih lemas untuk beranjak, rujak cingur khas madura sudah tersedia di meja makan bawah...ah ini yang membangitkan saya bangun dari tempat tidur, nikmat rasanya makanan khas madura ini, bangun sudah siang sangatlah tak enak, rencana perjalanan menjadi abu-abu, saya putuskan sedikit waktu yang ada di pamekasan ini untuk mencoba kuliner yang lain di pulau ini yaitu kaldu kikil..mantabh banget rasanya...nyam nyam

puaas lalu saya mengganti oli tigi karena sudah 1500 km berjalan sejauh ini, mampirlah ke bengkel yang cukup besar dan lengkap di Pamekasan, tepat pukul 5 sore saya pamitan lalu berjalan dengan tujuan Sidoardjo, berjalan santai di senja hari,,, sepanjang jalan pulau madura ini bisa dibilang penuh bangunan biru, apa tuh bangunan biru? ini dia….keren.. ini yang saya maksud bangunan biru.. promosi yang hebat hingga kesini, tentu ga asal promosi namun sinyalpun sangat kuat di Pamekasan ini sehingga saya masih lancar ngetwit dari blackberry saya….berjalan santai dan pelan sekitar pukul 7 masuk kota Surabaya, tak jauh beda dengan Jakarta, kemacetan sering saya temui di kota pahlawan ini, sehingga sangat menyulitkan saya untuk dapat berjalan dengan cepat, set gps dengan tujuan Sidoardjo, namun sial ternyata saya salah set tujuan, harusnya kota Sidoardjo namun ini malah mengarah ke Krian kab. Sidoardjo, alhasil memutar jauh karena satu dan lain hal niat itu harus diurunkan. dan sayapun bermalam di tempat bro Bayu Bno. thx teman atas nasigoreng nya. mantabhh. Tidur cukup lelap di hotel sapta nawa Gresik membuat saya bangun kesiangan, jam setengah 9 pagi dan langsung bergegas sarapan di Hall hotel ini dan jam 12 siang teman-teman dari GPC sudah menunggu di depan hotel untuk mengajak saya makan siang dan juga mengajak ke suatu tempat yang memiliki view yang sangat menarik, perut lapar maka langsung saja menuju nasi Krawu khas gresik, citarasa makanan yang memiliki rasa

pedas yang luar biasa ditambah bumbu yang sangat menggoda membuat lidah ini bergoyang. Selepas itu menuju spot tertinggi di gresik yang merupakan bekas pertanda kapur milik Semen gresik yang bisa melihat Suramadu juga pulau madura dari sini maka perjalanan dilanjutkan menuju Madura, perjalanan dari gresik ramai lancar dan tak lama berselang saya sudah dekat dengan jembatan suramadu, jalanan selepas suramadu memang sangat asyik, mulus dan panjang mirip seperti tol Jagorawi, siapapun yang melewati sini akan berasa seperti berjalan di highway, namun saya hanya memacu motor ini sampai dengan 127 km/h saja, setelah itu saya melanjutkan perjalanan ke Pamekasan, karena saya akan bermalam disana, perjalanan dari bangkalan ke pamekasan sangat gelap tak banyak yang berlalu-lalang, siapkan mentalmu untuk berada di gelap malam selama krg lebih 100km jauhnya Bangkalan dan Pamekasan, akhirnya tiba di Pamekasan dan saya langsung menuju rumah Denny Duro, dan hidangan malam ini adalah sate lalat disebut demikian karena ukurannnya yang sangat kecil.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan tujuan jawa timur, entah Gresik atau surabaya, sedapetnya saja. Dari semarang hingga demak perjalanan relatif lancar. beberapa perbaikan jalan yang membuat 2 jalan menjadi satu sedikit mengganggu kami terutama saya yang membawa ember kanan kiri untuk sekedar meletakkan pakaian. Selepas Demak di daerah Kudus saya sedikit dehidrasi dengan panasnya udara ditambah panas hati karena dibuntuti honda Megapro dengan suara berisik, dikasih supaya jalan terlebih dahulu tetapi tak kunjung mendahului. Opooo maunya ini. ketemu jalan mulus nan sepi, Tiger saya sedikit geber hingga 120 Km/h saja dan megapro itu putak terlihat lg, tanpa sadar bro marlin tertinggal jauh di belakang dan cek latitude kurang lebih 10 km di belakang saya, akhirnya diputuskan berhenti di warung es tebu, obat segar di siang bolong ini, selepas Kudus ke arah Juwana jalan relatif renggang, sehingga bisa overtake bis di depan dengan sangat nikmat, jalan mulus membuat ban sangat lengket di aspal, tibalah kami di restoran RM. Aneka Milik om Hani yang biasa disapa Blaxmax, Welcome drink diberikan Segelas es Kopyor, yang konon memang sudah menjadi tradisi setiap orang yang berkunjung pasti diberikan ini, setengah jam istirahat waktu menunjukan pukul setengah lima, waktunya bergegas menuju timur, setelah pamitan, kami berjalan santai dan ketika memasuki Rembang, terjadi kemacetan Lumayan parah yang membuat saya berjalan di Gravel… bukan Perkara mudah karena motor saya menggunakan ban Hypersport Soft Compound Pirreli Diablo Supercorsa 190/55/17 yang di desain untuk balap sebenarnya aaah lelah banget melewati kemacetan ini… berenti sebentar ah menikmati indahnya pantai utara jawa tak terasa matahari sudah mau terbenam tapi kami belum juga melewati perbatasan Jawa tengah dan timur, mari kita nikmati sunset di pinggir pantai utara jawa ini sebelum Tuban puas berfoto, kami melajutkan perjalanan ke arah tuban dan lamongan,

perut ini terasa lapar karena makan terakhir hanya di pagi hari tadi, gayung pun bersambut di pinggir jalan terdapat warung sate kambing, disini pula kami mencoba mengatur jadwal untuk menentukan dimana akan stay, diputuskan gresik. Tuban lamongan kembali disuguhi trek yang sangat asyik, beberpa kali overtake bus malam dengan mantabh… sekitar setengah jam akhirnya kami diantar menuju penginapan di Hotel Sapta Nawa, semenjak dari semarang hingga gresik, sinyal xl tanpa putus, terpampang beberapa Kali GPRS, namun EDGE yang paling sering. percaya atau tidak? buktikan sendiri..

(to be continued, cape ngetiknya, tunggu ya)

Pesona Kota Batu Malang, tetap asik ngetwit dengan XL

Liburan ngajar telah tiba, maka waktunya jalan mencari tempat untuk shooting documenter, jadwal pada hari

ini adalah Kota Malang, karena batal ke Bromo, Malang lah kota tujuan yang paling pas mengisi perburuan ini, bangun lumayan pagi, lalu saya bersiap dan berkemas berangkat sekitar pukul 10 pagi, membelah kemacetan di sekitar tanggul lumpur lapindo, tak afdol rasanya jika di sidoardjo tak naik melihat kondisi lumpur lapindo ini, makanya saya sempatkan untuk mampir kesini bau yang menyengat sangat terasa di sekitar tanggul tempat saya berhenti tiba tiba bapak bapak menghampiri saya menawarkan sebuah vcd berceritakan tentang lumpur lapindo dan cerita-cerita sebelumnya, konon menurut pengakuan bapak, rumah dan mata pencahariannya habis semua terendam lumpur, cukup iba saya putuskan untuk membeli vcd seharga 20.000

rupiah ini, puanas sangat terasa diatas sini membuat saya cukup dehidrasi dan memutuskan untuk jalan kembali menuju malang, set GPS tujuan kota Batu, di perjalanan tiba-tiba Bro Fai sms saya menanyakan posisi kebetulan beliau juga berada di batu, wah ada teman untuk berwisata nih, sekitar 1.5 jam akhirnya tiba di Batu malang, saya baru pertama kali kesini, indahnya alun-alun kota penghasil apel ini, tertata rapih dengan udara yang cukup sejuk, terdapat sarana bermain anak anak, seperti di negeri orang, berfoto dulu aah samping alun-alun ditemani sinyal EDGE nya XL di Blackberry javeline.

Bro Fai nampaknya masih check out dari hotel, saya putuskan untuk minum susu sapi hangat di samping alun-alun, tak lama berselang ia pun datang bersama istrinya, om fai pun mengajak saya untuk menuju objek wisata Coban Rondo, apaan nih? ya ternyata ini merupakan spot tertinggi dimana kita dapat melihat kota Batu dari atas. juga terdapat air terjun yang indah, lalu kami menuju air terjun yang terdapat disni, sayang banyak anak sekolah yang juga sedang berdharma wisata sehingga terlihat sangat ramai mengurangi ketenangan dalam berwisata. Hehehe sayang sekali meski sinyal XL ku GPRS 4 bar tetapi selalu gagal untuk ngetwit di samping air terjun ini..cukup sudah wisata hari ini, kami menuju kota malang.


Update lowongan

Update lowongan
Salam, Dear Alumni.
Urgent.
Dibutuhkan kamera women.
Untuk bekerjasama dengan tim dari Indonesia dan German.
Lokasi Indonesia.

Kontak email: asiaaudiovisual@gmail.com
Atau call ke: 08176071974

Terimakasih

Mengenal Chroma Key

Mengenal Chroma Key


Apa itu Chroma key?, Chroma key adalah kunci untuk teknik pencampuran dua atau bingkai foto bersama, di mana warna (atau kecil berbagai warna) dari satu gambar akan dihapus (atau dibuat transparan), menyatakan lain gambar belakangnya. Teknik ini juga disebut sebagai keying warna, warna-pemisahan overlay (CSO; terutama oleh BBC ), greenscreen, dan bluescreen.

Teknik Seperti ini umumnya di gunakan di Program Berita di TV, seperti pembawa acara sedang menyampaikan ramalan cuaca, di sampingnya ada gambar peta, padahal aslinya adalah layar biru / hijau.

Jadi ilustrasinya, pada saat melakukan pengambilan gambar, objek di shooting dengan menggunakan latar belakang warna hijau atau biru kemudian pada proses editingnya backgraound hijau atau biru tersebut diganti dengan background digital lain.

Chroma Key:

Film pertama yg diketahui menggunakan efek Chroma Key adalah film ‘The Thief of Bagdad’ yg di buat Oleh Larry Butler dan memenangi Grammy Award di tahun 1940. Dia menggunakan ‘matte-traveling’ atau bisa di sebut Teknik Chroma Key jaman dulu untuk membuat efek Karpet terbang



Di tahun 1950, Warner Bros dan mantan Peneliti dari Kodak Arthur Widmer mengembangkan Blue screen dan mengadaptasikannya di film ‘The Old Man and The Sea’

Proses pembuatan:

Subjek utama adalah difilmkan atau dipotret dengan latar belakang yang terdiri dari warna tunggal atau kisaran warna yang relatif sempit, biasanya biru atau hijau karena warna-warna ini dianggap sebagai warna terjauh dari warna kulit..

Hijau saat ini digunakan sebagai latar belakang lebih dari warna lain karena gambar sensor di kamera video digital yang paling sensitif terhadap hijau, karena pola Bayer mengalokasikan piksel lainnya ke saluran hijau, meniru mata manusia dan meningkatkan kepekaan terhadap cahaya hijau. Oleh karena itu, saluran kamera hijau mengandung yang bising dan dapat menghasilkan tombol. Selain itu, kurangnya cahaya dibutuhkan untuk menerangi hijau, melainkan karena sensitivitas yang lebih tinggi untuk hijau dalam sensor gambar. Bright juga disukai sebagai latar belakang biru karena mungkin cocok’ untuk warna mata atau barang umum dalam pakaian, seperti celana jeans , atau jas hitam-biru tua. Biru digunakan sebelum memasukkan gambar digital menjadi biasa karena perlu untuk proses optik, tetapi dibutuhkan pencahayaan lebih dari hijau. Namun, bisa juga lebih lanjut dalam spektrum visual dari merah, warna dominan di kulit manusia.


Faktor yang paling penting untuk kunci adalah pemisahan warna latar depan (subjek) dan latar belakang (layar) – bluescreen yang akan digunakan jika subjeknya didominasi oleh hijau (untuk tanaman misalnya), meskipun kamera menjadi lebih sensitif terhadap cahaya hijau. Dalam TV warna digital, warna diwakili oleh tiga bagian (merah, hijau, biru). Chroma key dicapai dengan perbandingan numerik sederhana antara video dan warna yg dipilih sebelumnya. Jika warna pada titik tertentu pada layar cocok (baik persis, atau dalam rentang), maka video pada titik yang diganti dengan latar belakang video alternatif.

Background Chroma Key:


Biru umumnya digunakan untuk program ramalan cuaca dan untuk efek khusus karena merupakan pelengkap untuk warna langit bumi ataupun kulit manusia. Penggunaan warna biru juga berhubungan dengan fakta bahwa lapisan emulsi film biru memiliki kristal terbaik dan dengan demikian detail yang bagus dan sedikit gandum (dibandingkan dengan lapisan emulsi merah dan hijau ) Dalam dunia digital, Hijau telah menjadi warna yang digemari karena kamera digital mempertahankan lebih rinci dalam saluran hijau dan memerlukan cahaya kurang dari biru. Hijau tidak hanya memiliki nilai luminance lebih tinggi dari biru, tetapi juga dalam format digital awal kanal hijau adalah sampel dua kali sebanyak biru, sehingga lebih mudah untuk bekerja dengan warna biru. Pilihan warna terserah para Spesialis efek untuk kebutuhan gambar tertentu. Dalam dekade terakhir, penggunaan hijau telah menjadi dominan dalam efek khusus di film. Juga, latar belakang hijau lebih difavoritkan daripada biru untuk luar syuting dimana langit biru yang mungkin muncul dalam frame dan secara tidak sengaja bisa diganti dalam proses. Meskipun hijau dan biru adalah yang paling umum, warna apapun dapat digunakan. Merah biasanya dihindari karena di area normal pigmen kulit manusia, tetapi dapat sering digunakan untuk benda dan adegan yang tidak melibatkan masyarakat.

Kenapa Harus warna Biru dan Hijau:


Sebenarnya bisa menggunakan warna lain , namun untuk pengambilan objek pada manusia banyak menggunakan warna ini karena kedua warna tersebut tidak ada dalam unsur warna manusia.

Produk Penyiaran Buatan Dalam Negeri

Produk Penyiaran Buatan Dalam Negeri


buatan indonesia-jakartaDunia penyiaran saat ini, baik radio maupun televisi berkembang sangat pesat, hampir di tiap kabupaten, bahkan sekarang ini di tiap kecamatan mempunyai stasiun radio. Sejak era repormasi, izin untuk mendirikan stasiun tv swasta nasional juga dibuka seluas-luasnya, sehingga muncullah beberapa stasiun televisi swasta baru berskala nasional, seperti Transtv, Trans7 (dulu TV7), TvOne (dulu Lativi), MetroTV, GlobalTV dan lain-lain. Bahkan walaupun saat ini izin untuk pendirian stasiun tv swasta nasional sudah tutup, ternyata para investor tidak kehilangan akal, sesuai dengan peraturan yang ada, maka sekarang ini tren berubah untuk mendirikan TV lokal network bahkan TV berlangganan (berbayar). Untuk TV lokal, pastinya kita mengenal Jaktv, O Channel, DAAI, Jtv dan lain sebagainya, ke depannya bukan suatu yang mustahil akan banyak didirikan lagi TV lokal network-TV lokal network lainnya seperti yang terjadi di perusahaan penyiaran radio, karena aturan yang tersedia mengarah ke sana. Untuk TV berlangganan, pastinya kita mengenal indovision sebagai yang pertama berdiri dan terbesar dari sisi jumlah pelanggan untuk saat ini, walaupun dahulu sempat hampir diimbangi oleh ASTRO, tapi sejak tumbangnya ASTRO, maka Telkomvision saat ini menduduki posisi ke dua dari segi jumlah pelanggan.

Berdasarkan informasi yang pernah penulis baca, Depkominfo telah memberikan izin untuk pendirian stasiun televisi berlangganan baru kepada beberapa perusahaan, hal ini tentu saja akan semakin menambah banyaknya pilihan kepada calon pelanggan dan semakin sengitnya persaingan antara stasiun televisi berlangganan tersebut. Nilai positifnya adalah, semakin sengitnya persaingan, maka diharapkan agar para pengelola stasiun televisi berlangganan tersebut juga akan memberi harga berlangganan yang lebih murah (karena perang tarif, seperti yang terjadi pada perusahaan telekomunikasi) juga memberikan alternatif tontonan yang lebih mendidik dan bermutu sesuai dengan cita rasa para pelanggannya agar tidak ditinggalkan oleh penggemarnya. Selain itu dengan didirikannya perusahaan televisi berlangganan yang baru, maka akan membuka lapangan kerja baru bagi orang-orang yang memiliki keahlian di bidang tersebut, baik yang bekerja di perusahaan penyiarannya, PH, Agency maupun Postpro.

Membuat sebuah perusahaan penyiaran, bukanlah sebuah pekerjaan yang gampang, perusahaan penyiaran dikenal sebagai perusahaan yang padat modal. Hal tersebut terjadi karena peralatan yang digunakan hampir semuanya produk buatan luar negeri dimana belinya harus pakai dollar atau Euro. Untuk tahun pertama, lebih dari 70% budget perusahaan dianggarkan untuk pembelian peralatan penyiaran, untuk tahun kedua dan seterusnya, budget tersebut akan turun drastis, karena hanya untuk operasional dan maintenance saja. Tapi, sesuai dengan umur alat yang sebagian besar hanya untuk 5 tahun, maka pada tahun ke 6, harus dianggarkan lagi untuk penggantian peralatan (hal itu dilakukan oleh perusahaan yang sangat memperhatikan umur operasional alat, tapi bagi yang hanya memperhatikan unsur ekonomis saja, yang dilakukan mungkin tambal-sulam atau kanibal saja, tapi kalau untuk system? Susah sekali untuk tambah sulam/kanibal, yang ada sistemnya sering hang atau bahkan tidak berfungsi sama sekali dan yang disalahin pasti engineernya) yang tentunya nilainya sangat besar. Kondisi tersebut merupakan suatu hal yang sangat ironis, di satu sisi, keberadaan perusahaan penyiaran tersebut sangat membantu keadaan negara ini yang sedang terpuruk dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang sangat besar. Di sisi yang lain, hal ini menjadi ironi, karena di saat negara kita sedang terpuruk, tapi devisa kita mengalir dengan derasnya ke luar negeri untuk pembelian peralatan penyiaran tersebut. Memang hak tersebut memberikan keuntungan kepada vendor penyedia alat penyiaran tersebut, tapi tetap saja lebih besar keuntungan yang diterima oleh perusahaan pembuat alat penyiaran dan tentu saja negaranya. “Perusahaan mengeluarkan uang dalam bentuk dollar/euro untuk pembelian peralatan penyiaran dan menerima pemasukan dalam rupiah dari hasil pemasangan iklan”. Sampai kapankah hak tersebut akan terus terjadi?

Oleh karena itu, untuk ikut serta mengangkat perekonomian nasional yang sedang terpuruk dan membangkitkan rasa cinta dan bangga dengan produk dalam negeri (yang tentu saja kualitas dan harganya bersaing), maka saat ini saya sedang mencari produsen peralatan penyiaran lokal. Kalau saat ini, saya sangat tidak berharap ada produsen peralatan seperti kamera, VTR, switcher, mixer, news automation, on-air autimation, software editing dan lain sebagainya, mungkin cukuplah dulu dengan aksesorisnya seperti berbagai macam konektor (XLR, BNC. Phono, RCA), Patch Panel, RackMount, CG titling dan aksesoris lainnya, ke depannya barulah kita berharap ada produsen yang membuat peralatan yang lebih canggih lainnya. Tapi kalaupun memang ada produsen yang mempunyai peralatan penyiaran di luar hal tersebut, tentunya sangat berterimakasih. Jadikan produk buatan indonesia jadi tuan rumah di negerinya sendiri. Bagi rekan-rekan yang mempunyai peralatan tersebut ataupun juga mempunyai informasi tentang peralatan tersebut.

Tapi, saya juga punya pengalaman, ketika menanyakan harga pemancar kepada salah satu BUMN terkenal di negeri ini, untuk daya pancar yang sama. Tapi ternyata harganya lebih mahal dibanding produk buatan Italy, selain itu harga tersebut adalah harga gudang sedangkan produk italy harganya sudah on-location. Kalau begini terus, gimana mau maju bangsa ini? Orang pasti akan nyari produk luar negeri yang lebih bagus dan lebih murah

Telekomunikasi Point-To-Point atau Point-To-Multipoint (Terrestrial Fixed Services)

Telekomunikasi Point-To-Point atau Point-To-Multipoint (Terrestrial Fixed Services)


Fixed Services didefinisikan sebagai servis komunikasi radio antara titik-titik tertentu yang tetap, yang juga meliputi system radio point-to-point serta point-to-multipoint digunakan untuk Transmisi Suara, Video dan Informasi Data.

Di Indonesia penggunaan system radio fixed services point-to-point atau point-to-multipoint dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :

Sistem Komunikasi Radio HF.

Sistem Komunikasi Radio VHF/UHF.

Sistem Komunikasi Radio Microwave Link.

Sistem Komunikasi Radio HF.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.53 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit pasal 22, permohonan izin stasiun radio untuk komunikasi point-to-point dengan lingkup terbatas tidak perlu menyertakan izin penyelenggaraan telekomunikasi.

radio hf1

Untuk hubungan komunikasi radio yang dapat melintasi batas wilayah negara, harus dilakukan terlebih dahulu koordinasi frekuensi dengan negara lain. Sebagai contoh adalah penggunaan frekuensi HF yang dapat menjangkau ribuan kilometer, sehingga dapat menjangkau negara lain. Komunikasi radio HF menggunakan gelombang langit (skywave) yang bergantung pada kondisi ionosfir yang bervariasi dari siang dan malam, waktu ke waktu serta posisi pemancar dan penerima. Diperlukan sejumlah frekuensi yang berbeda untuk system komunikasi radio HF yang baik.

Sistem Komunikasi Radio VHF/UHF.

Digunakan untuk penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus, untuk keperluan sendiri oleh badan hukum baik BUMN maupun perusahaan swasta. Sebelum UU No.36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi ditetapkan, istilah yang digunakan adalah Radio Konsesi.

Pada beberapa pita frekuensi, digunakan pula untuk penyelenggaraan telekomunikasi Bergerak Terrestrial seperti Radio Trunking dan Radio Paging yang memiliki wilayah layanan dan alokasi pita frekuensi Eksklusif. Dirjen Postel tidak akan memberikan izin baru untuk izin stasiun radio konsesi / telekomunikasi khusus untuk keperluan sendiri tersebut.

Sistem Komunikasi Radio Microwave Link.

Sistem komunikasi radio microwave link beroperasi pada pita frekuensi radio 1 s/d 60 GHz. Pita frekuensi di bawah 12 GHz, umumnya digunakan untuk aplikasi Radio-relay jarak jauh karena karakteristik propagasi yang mendukung. Sebagai konsekuensinya, pita frekuensi ini sangat padat digunakan, terutama di kota-kota besar.

microwave band

Sebagai tambahan, bahwa pada pita frekuensi 1-3 GHz juga digunakan untuk sistem-sistem Komunikasi Tetap, Bergerak maupun Satelit. Misal GSM 1800, WLL, CDMA 1900, IMT 2000, Satelit Broadcasting Cakrawarta I. Karena itu Dirjen Postel tidak akan menetapkan izin baru bagi microwave link di pita 1-3 GHz tersebut. Sejumlah pengguna microwave link yang telah beroperasi sejak tahun 1990-an pita 1-3 GHz, akan sedikit demi sedikit dikurangi dan tidak diperpanjang izinnya lagi.

telekomunikasi copy